Awal yang Sunyi
Sebelumnya sore menjelang malam, Raka melangkah pelan menuju kolong jembatan tua. Ia mendengar bisik angin yang membawa cerita hantu di kolong jembatan, dan oleh karena itu—karena penasaran—ia ingin membuktikan kebenarannya. Namun pertama-tama, ia menyiapkan kail, umpan, serta senter tumpul yang menciptakan bayangan panjang di dinding beton yang retak.
Tarikan Pertama, Tegangan Menggigit
Selanjutnya, ketika umpan dilempar dan tali pancing ditegangkan, tiba-tiba terdengar suara ketukan halus—seakan ada yang mengetuk pipa air di atasnya. Bahkan meski bulu kuduk merinding, Raka menenangkan diri: “Mungkin hanya akar kayu yang tersangkut.” Namun kemudian, suara itu datang lagi, kali ini lebih mendesak. Ia menoleh, lalu melihat… tidak ada apa-apa.
Bisikan di Keheningan
Kemudian, saat sunyi semakin pekat, Raka mendengar bisikan samar, “Tinggalkan aku…” Kata itu terulang terus-menerus. Dengan gemetar, ia mengulurkan tangan memegang senter, dan tiba-tiba cahaya senter menari di permukaan air keruh. Tanpa ragu, ia mengikuti titik cahaya itu yang membentuk bayangan manusia rapuh.
Sosok Putih di Sudut Gelap
Lebih jauh lagi, dalam kegelapan, tampak sosok putih melayang rendah—sepenuhnya tanpa kaki. Meskipun jantung hampir meledak, Raka terpaku. Sosok tersebut melayang mendekat, matanya berwarna merah pekat. Kemudian, sosok itu berbisik lebih jelas, “Kau memancingku… sekarang aku memancingmu.”
Kejar-kejaran Tanpa Jalan Keluar
Lantas, Raka berlari keluar kolong jembatan. Namun semakin ia berlari, semakin panjang bayangan yang mengekor. Jangan berhenti, bisik hatinya. Tetapi tiba-tiba, ia tersandung batu besar dan terjatuh, lampu senter terlepas. Saat ia meraba tanah, gemerisik di atasnya bergema: ranting patah, disusul tawa lirih.
Klimaks Mencekam
Akhirnya, ketika Raka berhasil menyalakan kembali senternya yang tergores, bayangan putih itu berdiri tepat di depannya—lantas merangsek masuk ke dalam wajahnya. Seolah-olah, udara di sekitarnya membeku dan seluruh hidupnya ditakar oleh makhluk halus tersebut. Dalam sekejap, dunia menjadi sunyi gulita, dan Raka merasa nyawanya dicabut perlahan.
Kemudian, paginya tim penyelamat menemukan alat pancing Raka tergeletak di sisi jembatan, tapi Raka… lenyap tanpa jejak. Sejak itu, setiap malam banyak yang mendengar suara memancing menggema di bawah jembatan tua itu—dan tentu saja, mereka semua takut mendekat.
Alam Dan Lingkungan : Cara Mengurangi Polusi Udara di Kota-Kota Besar