๐ Suara Langkah di Atas Aspal Retak
Setiap pukul 2 dini hari, gang sempit di kawasan Margorejo Surabaya berubah mencekam. Suara roda gerobak bergesek dengan aspal retak, disusul dentingan tusuk sate. Tapi tak ada siapa pun di jalan. Warga yang tinggal di sana percaya suara itu datang dari rintihan tukang sate keliling gang sempit Surabaya โ sosok yang telah lama hilang.
๐ฅ Terbakar Hidup-Hidup di Ujung Gang
Namanya Pak Marwan. Ia dulu penjual sate keliling, ramah dan dikenal murah hati. Tapi suatu malam, ia ditemukan terbakar hidup-hidup di ujung gang โ tubuh hangus menempel di gerobaknya. Diduga ia terjebak korsleting dari lampu petromaks, tapi beberapa warga bersaksi melihat wajahnya seperti sedang menjerit… padahal tak bersuara. Sejak itu, rintihan tukang sate keliling gang sempit Surabaya menjadi cerita yang tak bisa dilupakan.
๐ฃ Jejak Arang di Teras Rumah
Tiap malam Jumat, warga mendapati bekas jejak kaki hitam di teras rumah mereka โ seperti bekas bara panas. Salah satu warga, Bu Rini, pernah melihat sesosok pria mendorong gerobak, dengan asap mengepul dari punggungnya. Tapi begitu didekati, tubuhnya lenyap, menyisakan bau sate terbakar dan daun pisang gosong. Jejak ini dipercaya sebagai tanda bahwa rintihan tukang sate keliling gang sempit Surabaya masih mencari jalan pulang.
๐ง Tak Ada Rasa Selain Asap
Pernah ada warga luar yang nekat berdagang sate di gang itu. Malam pertama, semua dagangannya terasa gosong padahal tidak terbakar. Malam kedua, suara tangisan terdengar dari bawah gerobak. Malam ketiga, ia ditemukan pingsan dengan mulut penuh abu. Ia tak kembali lagi. Banyak yang percaya, penunggu rintihan tukang sate keliling gang sempit Surabaya tidak suka wilayahnya dilanggar.
๐ป Lagu Lama dan Tangisan Anak
Beberapa anak yang tinggal di gang tersebut mengaku mendengar suara musik dangdut dari kejauhan, seperti dari tape tua. Saat didekati, suara itu berubah jadi rintihan, lalu tangisan anak kecil. Suara itu datang dari gerobak kosong yang berdiri sendiri di ujung lorong โ dengan tusuk sate masih tertancap. Entitas dalam rintihan tukang sate keliling gang sempit Surabaya seolah menunggu seseorang mengakhiri rasa sakitnya.
๐ซ๏ธ Gang yang Tak Bisa Difoto
Salah satu keanehan lain: gang itu tidak bisa difoto malam hari. Setiap kamera akan menampilkan bayangan tubuh hitam membungkuk, bahkan saat tidak ada siapa pun. Bahkan dengan CCTV, hasil rekaman selalu muncul gangguan berbentuk asap tebal dan bunyi gesekan besi. Hal ini semakin memperkuat kepercayaan bahwa rintihan tukang sate keliling gang sempit Surabaya bukan hanya legenda, tapi sisa amarah yang belum selesai.
๐ Penutup yang Membekas
Warga kini hanya melewati gang itu sebelum jam 10 malam. Setelah itu, lampu-lampu akan padam satu per satu โ meski tak ada yang mematikannya. Bau arang, bunyi tusuk sate, dan rintihan lirih akan mengisi malam. Mereka tahu, itu saatnya rintihan tukang sate keliling gang sempit Surabaya kembali berjalan, menyusuri gang yang tak pernah mengikhlaskan nyawa yang terambil.
Food & Traveling : Cita Rasa Otentik dari Dapur Tradisional Kalimantan