Kepala Batu Menangis Di Situs Megalitikum Pagar AlamKepala Batu Menangis Di Situs Megalitikum Pagar Alam
Kabut Turun, Pagar Alam Menutup Mulutnya Malam itu, kepala batu menangis—kalimat itu menempel di benakku sejak mobil travel menurunkanku di ujung jalan tanah, tak jauh dari kebun kopi yang gelap.